Phantom power adalah istilah umum dalam dunia audio engineering yang sering digunakan untuk mengacu pada daya listrik tambahan yang dibutuhkan oleh sejumlah perangkat audio, terutama mikrofon. Apakah Anda seorang produser musik, sound engineer, atau hanya penggemar audio yang ingin memahami lebih lanjut tentang phantom power dan apakah mikrofon Anda membutuhkannya? Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap tentang apa itu phantom power dan apakah mikrofon Anda membutuhkannya untuk memberikan kinerja optimal.

Apa itu Phantom Power 48V, Phantom Power Adalah? – CaraTekno
Apa Itu Phantom Power dan Mengapa Penting

Phantom power merupakan kekuatan listrik yang digunakan untuk memberikan energi tambahan pada mikrofon kondensor atau elektretnya. Istilah “phantom” dikarenakan kekuatan listrik ini tidak tampak oleh mata telanjang pada kabel mikrofon, sehingga terlihat seperti tidak ada tambahan daya apapun.

Pemberian phantom power biasanya dilakukan menggunakan mixer atau preamp yang didesain untuk mengirimkan sinyal suara dari mikrofon ke perangkat rekaman. Umumnya, phantom power memiliki tegangan 48V DC, dan dihubungkan melalui XLR connector pada mixer atau preamp.

Mikrofon Apa Saja yang Membutuhkan Phantom Power?

Pada prinsipnya, hanya mikrofon jenis kondensor (condenser mic) dan elektret (electret mic) saja yang membutuhkan phantom power. Pada mikrofon jenis dinamis (dynamic mic), sumber daya internal sudah terpasang pada driver magnetik serta cone sensitif, sehingga tidak dibutuhkan daya eksternal.

Ada beberapa contoh mikrofon kondensor populer yang membutuhkan pemberian phantom power. Salah satunya adalah Audio-Technica AT2035 yang menjadi favorit para podcaster profesional. Mikrofon ini memiliki frekuensi respon 20 Hz – 20 kHz, output impedance 120 ohms dan sensitivitas tinggi hingga -33 dB.

Selain itu juga ada Rode NT1-A yang merupakan pilihan terbaik bagi penyanyi ramping dengan suara cerah dan jernih. Mikrofon ini berkarakteristik unidirectional cardioid pattern dengan frekuensi respon 20 Hz – 20 kHz, serta sensitivitas tinggi hingga -36 dB.

Cara Menerapkan Phantom Power pada Mikrofon

Untuk mengaktifkan phantom power pada mikrofon kondensor atau elektret, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Pertama-tama, pastikan bahwa mixer atau preamp yang digunakan mendukung pemberian daya tambahan ini. Lalu, sambungkan kabel XLR dari mikrofon ke input pada mixer atau preamp.

Setelah itu, nyalakan switch phantom power yang tersedia pada mixer atau preamp tersebut. Pastikan juga untuk menyesuaikan level gain agar tidak terjadi distorsi suara saat merekam atau menyanyi. Sebaiknya juga jangan menggunakan kabel adaptor yang tidak mendukung daya tambahan ini, karena bisa merusak kondensor mikrofon secara permanen.

Kesimpulan

Phantom power merupakan salah satu elemen penting dalam pengaturan mikrofon saat merekam suara atau musik. Pada mikrofon kondensor dan elektret, penggunaan kekuatan listrik tambahan ini bisa membantu meningkatkan responsivitas suara dan detail akustik yang dihasilkan.

Namun perlu diingat untuk memilih perangkat mixer dan preamp yang tepat sebelum mengaktifkan phantom power sehingga suara yang dihasilkan dapat optimal dan tidak menyebabkan distorsi maupun kerusakan fisik pada mikrofon Anda.

BM800 MİKROFON DENİYORUZ (Phantom Power vs Behringer Um2)
Merhaba arkadaşlar, Bugün sizlerle beraber Lastvoice Bm800 mikrofonunu test ediyoruz. Öncelikle herhangi bir güç kaynağı kullanmadan bilgisayarımızla arasındaki bağlantı ile kayıt almayı deneyeceğiz. Ardından Phantom Power ile Behringer Um2 ses kartı ile aldığımız kayıtları inceleyeceğiz. İyi seyirler. Abone olursanız …

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini